Swara Network

RIADHA Masih Efektif Untuk Menjadi Treatment Strategi Pengendalian Keamanan Dan Ketertiban Dilapas Gorontalo

SWARA NETWORK | Pandemi covid-19 sangat berdampak tidak baik bagi tatanan kehidupan masyarakat terutama bagi pelayanan lembaga pemasyaratan baik layanan external dan inetrnal yakni ditutupnya layanan kunjungan WBP ke dalam lapas guna memutus mata rantai penyebaran virus corona kepada WBP.

Menaggapi hal tersebut Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas iia Gorontalo Kasdin Lato, SH Mengajak ta’mirul masjid at-taubah lapas kelas iia gorontalo melaksanakan program kegiatan keagamaan guna memanfaatkan situasi dan kondisi WBP yang tidak melakukan apa-apa bahkan kegiatan ceramah agama yang sebelumnya rutin dilaksanakan setiap kamis tidak dapat dilaksanakan karena kendala penceramah yang tidak bisa masuk kedalam lapas.

Mengantisipasi WBP yang tidak ada kegiatan sejak ditutupnya layanan kunjungan, di 2021 ini kami mencoba untuk  mengajak kembali WBP untuk melakukan kegiatan keagamaan seperti yang dilakukan sebelum adanya pandemic, dengan tetap menjaga protocol kesehatan” Tegas Kasdin

Kasdin Lato juga menambahkan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan yakni sholat fardu, zikir tahlil ba’da sholat fardu, sholat sunnah awabbin ba’da magrib, puasa dan buka puasa bersama senin dan kamis, kelas iqra, kelas tadarus, kelas tajwid, kelas motivasi, kelas bimbingan medis, tes urine bagi wbp kasus narkotika, bimbingan / perbaikan bacaan qur’an, pembacaan fadillah amal /kultum, tadarus bersama mingguan, latihan khutbah jum’at, latihan imam dan muadjin.

Kegiatan-kegiatan ini di kemas dalam sebuah program dengan nama “riadha” yang artinya belajar/latihan dalam rangka meningkatkan kualitas mental, spritual serta sikap keseharian yang bernafaskan ibadah kepada Allah SWT” Tandas Kasdin.

Dalam pelaksanaann kegiatan ini awalnya hanya di ikuti oleh 22 peserta yang notabene adalah WBP kasus narkotika yang secara sukarela berniat untuk berubah menjadi lebih baik namun saat ini kegiatan ridaha ini dikuti oleh WBP dari berbagai latar belakang kasus pidana saat ini tercatat 102 orang berdasarkan rekapan kehadiran setiap minggunya yang tersebar disemua kegiatan yang ada.

Kasdin Lato, SH Saat dimintai keterangan tentang kegiatan riadha menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengarahkan aktivitas WBP yang terdampak covid-19 ke arah lebih baik dengan harapan bahwa pandemi covid-19 ini tidak berdampak negatif dan mengancam keamanan dan ketertiban dilapas.

Selaku orang yang bertanggungjawab dalam keamanan didalam lapas perlunya inovasi dan startegi yang humanis dan agamis dalam menghadapi keadaan pandemi yang saat ini belum ada titik terang kapan akan berakhir, untuk itu kami petugas lapas harus mampu menjalankan fungsi pembinaan dengan mengajak WBP untuk melakukan kegiatan keagamaan”,Ujar Kasdin

Saat ini program riadha masih efektif untuk menjadi treatment dalam strategi pengendalian keamanan dan ketertiban dilapas. Terkait pembiayaannya saat ini adalah murni sumbagan personal dari orang-orang yang tergerak hatinya sehingga memberikan atensi agar kebiatan ini dapat terus berjalan.

Ignatius Gunaidi, Bc.Ip,. S.Pd. Selaku Kalapas Kelas IIA Gorontalo Di Sela-Sela Aktivitasnya Menyampiakan Bahwa Secara Pribadi Dan Lembaga Beliau Memberikan Dukungan Dan Perhatian Untuk Program Ini, Dan Harapanya Seluruh Wbp Tetap Terus Bersabar Dengan Situasi Pandemi Covid-19 Serta Mengharpkan Kepada Seluruh Pegawai Lapas Memberikan Perhatian Lebih Dan Dukungan Untuk Program Yang Baik Didalam Lapas, Semoga Keadaan Ini Cepat Pulih Dan Aktifitas Layanan Pemasyarakatan Akan Berjalan Normal.

REDAKSI SWARA

Berita Lainnya