Swara Network

Ta’mirul Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIa Gorontalo Gelar Latihan (RIYADHAH) Khotib Jum’at

SWARA NETWORK | Dalam rangka menyikapi Era New Normal Life dari Pandemi Covid-19 di Lapas Kelas IIA Gorontalo, Ta’mirul Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Gorontalo terus bergeliat mewujudkan program kerja tahun 2021.

Husin Akuba (sekretris Ta’mirul Masjid) menjelaskan bahwa salah satu program unggulan dari seluruh program kerja tahun 2021 adalah program RIYADHAH (Latihan dalam rangka peningkatanan kualitas amaliah dan ibadah) dimana salah satu kegiatannya adalah Pelatihan Khotib sholat Jum’at.

Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari Jum’at dengan dua sesion, sesion pertama jam 13.30 s.d. 15.00 yakni penjelesan teori dan sesion dua jam 18.20 s.d. 19.00 merupakan sesi praktek atau simulasi, Pelatihan ini di kemas menjadi kelas pembelajaran Khotib yang rutin di selenggerakan setiap minggu dan dibuka kepada seluruh WBP yang mau belajar, dan bagi WBP yang sudah memiliki kempuan berkhotbah diberikan kesempatan untuk berbagi kemampuannya kepada rekan-rekannya agar terjadi sistem pembelajaran yang konferehensif dimana Program Riyadha ini adalah program belajar dan mengajar dengan konsep tutor sebaya.

Kasdin Lato, SH. (Ka.KPLP) selaku pembina Ta’mirul menambhakan bahwa kegiatan ini bertujuan, yang pertama untuk menyipakan Khotib-khotib baru guna menjawab kebutuhan khotib dimasa-masa akan datang karena khotib-khotib yang ada sekarang ini pastinya akan tiba masanya mereka selesai menjalani masa pemidanaan di Lapas sehingga perlu disiapkan khotib-khotib baru agar tidak terjadi kekosongan khotib dalam pelaksanaan sholat jum’at, yang kedua adalah selain unttuk menjawab kebutuhan khotib didalam Lapas, bahwa pelatihan ini memberikan bekal kemampuan menjadi khotib yang baik bagi WBP agar kelak setelah kembali kemasyarakat nanti mereka (WBP. Red) dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dapat berperan dalam kegiatan amaliah dan ibadah sehingga Insha Allah dapat meminimalisir kegiatan negatif yang memicu mereka kepada pengulangan perbuatan pidana atau tindakan yang berimplikasi pidana.

Ignatius Gunaidi (Kalapas Kelas IIA Gorontalo) saat dikonfirmasi terkait kegiatan ini membenarkan adanya kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan dan dikembangkan, serta kedepannya jika Covid-19 ini selesai atau sudah ada kebijakan Kementerian Hukum dan HAM RI terkait pencabutan status PSBB bagi seluruh Lapas, maka Lapas Kelas IIA Gorontalo akan berupaya mendatangkan para pengajar atau mentor dari luar Lapas baik dari Kementerian Agama setempat atau dari Lembaga/Oraganisasi lainnya yang dapat dijadikan pengajar untuk seluruh kegiatan pembelajaran terkait pembinaan Mental dan Rohani Bagi WBP baik WBP yang beragama Islam maupun yang beragama kristiani demi mewujudkan tujuan Lembaga Pemasyarakatan itu sendiri.

REDAKSI SWARA

Berita Lainnya